Rumah Itu
Pernah riuh dgn hilai tawa
Pernah mekar dgn kasih sayang
Pernah meriah dgn gurau senda
Rumah Itu
Sering menjadi tempat tamu
Sering bersapa lutut siku
Sering terang dari gelapnya
Sering berlagu bersenandung
Rumah Itu
Pernah sepi dilanda duka
Pernah bagai dilanda garuda
Pernah di huni hati mati
Pernah bungkam mencengkam jiwa
Pernah kelam walau terang
Rumah Itu
Kini kembali ceria
Kini kembali di huni
Kini kembali terisi
Tapi untuk berapa lama?
Rumah Itu!
No comments:
Post a Comment